Menunggu Gerilyawan Turun Gunung Bag2

Kesepakatan damai antara pemerintah Kolombia dan gerilyawan Marxis, Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia atau FARC, pada Rabu itu mengakhiri perang saudara selama 52 tahun—ya, salah satu perang gerilya terlama di dunia, terlama dalam sejarah Amerika Latin. Kesepakatan bersejarah ini akan membuka pintu bagi gerilyawan tua semacam Gonzalez untuk menjadi politikus yang memperjuangkan kepentingan para petani, campesinos. Ia harus menyingkirkan senjata, merebut kekuasaan secara damai, melalui kotak-kotak suara. Rakyat Kolombia pun bersukacita. Di Ibu Kota Bogota, ribuan orang, sebagian besar mengenakan pakaian putih, berkumpul di beberapa lokasi seraya mengibarkan bendera merah-kuning-biru Kolombia dan bersorak-sorai.