Tentang Smart City ala NET89

Tentang Smart City ala NET89 – Smart city menurut Krassimira Antonova paskaleva dalam international Journal of innovation and Regional development didefinisikan sebagai kota yang menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan performa dan kesejahteraan warganya. Dengan Teknologi informasi Komunikasi (tik), pemerintah dan warga kota bisa mengurangi biaya dan penggunaan sumber daya sehingga kota itu lebih ramah lingkungan. Masyarakatnya juga bisa berperanserta aktif dan efektif dengan pemerintah. Sementara Frost & Sullivan, sebuah perusahaan analisa, menyebutkan delapan kunci yang mencerminkan sebuah smart city. Delapan kunci itu adalah pemerintahan cerdas, penggunaan energi yang cerdas, gedung-gedung cerdas, mobilitas cerdas, teknologi cerdas, infrastruktur cerdas, pemeliharaan kesehatan cerdas, dan warga cerdas. Kecerdasan tiap elemen kunci ini sedikit banyak didorong dengan pemanfaatan tik.

Ciri lain, kota cerdas adalah memanfaatan industri kreatif di kota itu. Didukung dengan komunitas dan jejaring sosial berbasis pengetahuan, mereka bisa turut terlibat dalam kebijakan publik di kota itu. Apalagi jika didukung dengan adanya aplikasi milik pemerintahan kota yang bisa mengakomodasi partisipasi warga dan kelas kreatif ini. Idealnya, sebuah smart city akan memiliki gedung-gedung cerdas yang bisa mengatur sendiri bagaimana gedung beroperasi agar hemat sumber daya listrik, air, dan sampah. Ini bisa diwujudkan lewat rancang bangun, arsitektur, dan perancangan interior yang lebih ramah lingkungan.

Sedangkan untuk operasional gedung, sensor dan software berperan mengatur penghematan penggunaan lampu, pendingin, lift, hingga daur ulang air sehingga tak menghabiskan air tanah. Https://ssl.gstatic.com/ui/v1/icons/mail/images/cleardot.gif Begitupula dengan pengaturan mobilitas alias lalu lintas kota. Sensor dan cctv, adalah garda terdepan sebagai pengindra bagi aplikasi dan software dipusat data (data center) mengatur lalu lintas kendaraan dan warga sehingga lebih hemat bahan bakar dan mengurangi polusi. Hal yang sama terjadi untuk sektor lain, baik pemeliharaan kesehatan hingga bagaimana operasional pemerintah kota tersebut.

Saat ini di indonesia, inisiatif smart city banyak dimulai dari sisi operasional pemerintahan terlebih dulu. Baik untuk memperbaiki kinerja internal pemerintah, juga mendorong keterbukaan dan memudahkan layanan bagi masyarakat dan dunia usaha. Urusan transportasi tak ketinggalan ikut dicerdaskan. Beberapa kota mulai membangun sistem transportasi massal dan memantau lalu lintas lewat cctv canggih. Canggih karena cctv ini bukan hanya untuk memantau, tapi juga bisa mengidentifikasi kecepatan dan kepadatan kendaraan di jalanan.

Sumber : https://net89.net/