Olah Lidah Buaya Jadi Makanan Enak dengan Nasi Tumpeng Jakarta Selatan

Olah Lidah Buaya Jadi Makanan Enak dengan Nasi Tumpeng Jakarta Selatan – Salah seorang kreator aneka olahan pangan berbahan lidah buaya di Pontianak, Kalimantan Barat, adalah Yuliana, pemilik usaha makanan bernama Rotiku Hidup. Wanita yang kerap disapa Yuli ini, memulai usaha sejak 18 tahun silam. Diakui Yuli, ide mengolah lidah buaya ke dalam banyak kreasi olahan ini hadir karena begitu mudahnya ia menemukan tanaman lidah buaya di sekitar Pontianak.

Sayangnya, ketika itu ia melihat, lidah buaya masih menjadi produk pangan yang dipandang sebelah mata dan tak memiliki nilai jual tinggi. Sebelumnya, masyarakat Pontianak lebih banyak memanfaatkan lidah buaya hanya untuk dijadikan bahan manisan saja. latar belakang inilah yang membuatnya berinisiatif menjadikan lidah buaya sebagai bahan utama olahan pangan yang memiliki daya jual tinggi. Yuli lalu mulai melakukan riset dan uji coba, baik dari segi manfaat hingga metode pengolahan lidah buayanya. Selama melakukan percobaan, ia dibantu ke-4 anaknya.

Kata Yuli, membuat kreasi olahan berbahan lidah buaya terbilang tak mudah. Ia mengaku harus melakukan eksperimen hingga puluhan kali hingga ditemukan resep dengan cita rasa yang sesuai harapan. Selain menyesuaikan komposisinya, mengolah bahan lidah buayanya sendiri menjadi kesulitan utama Yuli. Sebab, tanaman bernama latin aloe vera ini, memiliki kandungan air yang cukup tinggi. “Misalnya saja, dari 1 kilogram lidah buaya jumlah daging batang yang terkandung di dalamnya hanya sekitar 300 gram saja,” kata Yuli.

Hal inilah yang menyulitkan diolah ketika Yuli akan membuatnya menjadi kudapan kering, seperti kue atau biskuit. Demi mendapatkan daging batangnya, lidah buaya yang sudah dikupas dan diblender mesti ditiriskan selama 1 malam. Tak hanya itu, sebelum diolah lebih lanjut, lidah buaya yang sudah dihaluskan tadi masih harus dicuci hingga benar-benar bersih. Pasalnya, jika masih terdapat lendir kuning yang melekat, rasa lidah buayanya bisa menjadi pahit dan menimbulkan gatal. untuk mencucinya, Yuli menngunakan mesin khusus yang bekerja layaknya mesin pencuci pakaian.

Sumber : https://salamacatering.com/