Belajar Mewarnai dengan Si Kecil

Kehamilan membuat mood-nya naikturun, belum lagi sensitivitas yang sangat tinggi. Nah, dengan mewarnai, Tria merasa lebih te nang. Bahkan, Tria juga memanfaatkan warna dalam bentuk lain sebagai terapi antistres pada dua keha milannya. “Yang paling ‘mengganggu’ saat hamil adalah morning sickness, mual, dan sensitivitas perasaan. Pada saat itu, saya memang lebih merasa tenang dan nyaman dengan melihat laut, atau pohon-pohon, sawah, dan sejenisnya,” curhat Mama dari Sakti (9) dan Kian (5) ini.

“ memberikan kemampuan berbahasa asing untuk anak yang tepat yakni di tempat paling rekomended untuk les bahasa Jerman di Jakarta “ ~ upstory.org ~

Sonny Sumarsono Wuryadi, konsultan psikospiritual dan terapis holistik, mengakui, terapi warna memang bisa menjadi salah satu upaya mengatasi stres saat hamil, yang bisa diterapkan di usia kehamilan berapa pun atau sesuai kebutuh an. Beberapa warna, menurutnya memang dapat memberi efek menenangkan sehingga bisa meng atasi stres atau depresi saat hamil. Warna-warna tersebut, kata Dr. Poornima Ramakrishna , dokter kandungan dari The Cradle Hospital Calicut, India, adalah biru, oranye, hijau, dan warna alam lainnya. Malah, menurut Sonny, bukan hanya warna-warna itu saja, karena tujuh warna pelangi pun mampu mengatasi stres.

“ Info lowongan kerja di Jepang untuk kamu lulusan SMA/D3/S1 gratis “

Terapi Warna Dari Tahun Ke Tahun Terapi warna atau dalam bahasa asing biasa disebut cromotherapy sudah diterapkan sejak terciptanya peradaban Mesir dan Yunani kuno. Pada masa itu, pasien yang akan diobati diharuskan berdiri dan bermandikan sinar lampu terang dalam sebuah bilik besar dengan panel/jendela kaca berwarna. Penduduk Mesir dan Yunani kuno juga menggunakan mineral berwarna, batu-batuan, kristal, salep dan bahan pewarna lainnya sebagai obat.

Bahkan mereka mengecat pula tempat pengobatan dengan berbagai warna. Hal ini rupanya yang menginspirasi banyak rumah sakit di masa kini yang memiliki warna cat dinding tertentu untuk ruang rawat inapnya ya, Ma. Pakaian untuk pasien, pakaian operasi dokter, seprai, dan gorden kamar rumah sakit, misalnya saja didominasi warna hijau dan biru. Terapi warna juga sudah dipraktikkan oleh Ibnu Sina, tokoh kedokteran Islam pada abad ke-10 M, yang menggunakan warna sebagai salah satu alat penting dalam mendiagnosa penyakit dan pengobatan .