Waspadai Kandungan Alkohol Tersembunyi

Perdebatan soal boleh tidaknya mamil me- ngonsumsi makanan atau minuman mengandung alkohol selalu tak berujung. Ada yang berpendapat, bila dikonsumsi dalam jumlah sedikit tidak akan berdampak buruk pada mamil dan janinnya, namun sebagian menentang pendapat tersebut. Bagaimana sebenarnya?

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Menurut Bebby Astrika Sekarsari, SGz., tidak ada batas aman untuk mengonsumsi alkohol. “Dalam jumlah sedikit pun alkohol sudah memberikan efek pada janin,” kata ahli gizi ini. Saat mamil minum alkohol, janin pun ikut minum. Tidak ada waktu yang aman pula untuk mengonsumsi alkohol. Bahkan, saat Mama berniat melakukan usaha prakonsepsi, sebaiknya sudah menghindari alkohol.

Begitu juga penjelasan Dr. Triono Adisuroso, SpOG, MMed, MPhil. “Sedikit atau banyak jumlah alkohol tetap tidak aman untuk dikonsumsi, baik di trimester pertama, kedua, atau ketiga sekalipun,” ujarnya. Selain itu, dampak buruk alkohol tak hanya terbatas pada seberapa banyak kadar alkohol yang dikonsumsi, tetapi juga dipengaruhi berapa lama dan seringnya mengonsumsi alkohol.

Ketahui risikonya

Akhir September 2015, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lembaga kesehatan masyarakat nasional terkemuka di Amerika Serikat (AS), merilis hasil riset yang menyatakan, sebanyak 10% mamil berusia 18-44 tahun di AS masih mengonsumsi alkoholsecara rutin selama 30 hari terakhir. Sebanyak 30% di antara para mamil ini mengonsumsi empat minuman beralkohol atau lebih dalam waktu 2 jam. Padahal, hanya dengan mengonsumsi alkohol 4 kali atau lebih dalam sekali waktu, atau 2x dalam sehari, atau minimal 45x sebulan, akan berpengaruh pada terjadinya FASD (Fetal Alcohol Spectrum Disorders).

Bentuk paling parah dari kondisi ini dikenal sebagai Fetal Alcohol Syndrome (FAS), yaitu sindrom alkohol pada janin berupa gangguan O sik dan mental yang dapat berkembang pada anak setelah kelahiran. Biasanya ditandai dengan pertumbuhan janin yang tidak normal, wajah bayi yang abnormal, dan kerusakan susunan sistem saraf. Kerusakan sistem saraf bisa mengarah pada buruknya pertumbuhan dan perkembangan anak serta masalah perilaku. Mengonsumsi alkohol minimal 5 oz per hari atau 2 g/kg BB/hari juga mengakibatkan kecacatan janin.

Sumber : https://eduvita.org/