Menuangkan Cinta dalam Karya Judi Online

Menuangkan Cinta dalam Karya Judi Online – Menghargai indahnya ketidaksempurnaan, adalah esensi utama gaya desain shabby chic yang pertama kali dipopulerkan tahun 1989 oleh Rachel Ashwell, desainer asal Inggris. Hingga kini, cara Rachel mengolah dekorasi interior yang manis, feminin, dan hangat, telah menginspirasi banyak orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Adalah Bernetha Gayatri, wanita di balik usaha dekorasi interior Gaya Living yang showroom-nya terletak di daerah Bintaro, Jakarta Selatan. Terinspirasi dari dekorasi shabby chic yang apik, Gayatri memulai usaha dekorasi interior yang hingga kini semakin mantap dan telah menemukan marketnya tersendiri di Jakarta dan sekitarnya. Kepada Tabloid RUMAH, wanita yang juga telah membuka showroom di Bintaro, Jakarta Selatan ini, membagi kisah mengembangkan passion menjadi usaha yang memantapkan kariernya sebagai desainer dan dekorator interior.

T: Bagaimana bisa terjun ke dunia dekorasi interior? J: Perjalanan karier saya bermula dari kegemaran menata ruangan di rumah semasa kecil. Saat beranjak dewasa, banyak teman yang cocok dengan penataan saya sehingga saya mulai sering membantu menata rumah mereka. Hingga suatu hari, saya ditawari proyek mengisi rumah contoh sebuah perumahan. Sejak itu, hobi ini mulai berkembang menjadi usaha interior bernama Gaya Living yang berdiri tahun 2007. T: Bidang apa saja yang dikuasai? J: Hingga saat ini, Gaya Living menawarkan jasa konsultasi interior, konsultasi dekorasi untuk pernikahan atau acara khusus, pemesanan furnitur, dan kini merambah dunia rancang bangunan, karena pada dasarnya dunia kontraktor dan interior sangat berhubungan. T: Apa konsep Gaya Living? J: Sesuai motto Gaya Living, yaitu “Living Beauty”, saya ingin menghadirkan konsep interior yang indah untuk dihuni lewat permainan warna dan pengolahan unsur natural. Bagi saya, hunian—mulai dari kamar, dapur, ruang tamu, hingga semua sudut ruangan—harus indah, menarik, bersih, dan nyaman. Jika ada ruangan yang kurang memenuhi beberapa hal tersebut, saya tak akan merasa betah dan ingin cepat-cepat pergi dari sana.

T: Dari Mana Inspirasinya? J: Dapat dari berbagai gaya, seperti gaya shabby chic dari Inggris, rumah pantai di Amerika, dan rumah pedesaan di Amerika dan Eropa. Jika dilihat, semua gaya ini memiliki ciri khas yang sama dalam hal warna dan unsur naturalnya. T: Apakah ada kecemasan jika suatu saat gaya shabby chic tidak lagi populer? J: Bagi saya, shabby chic hanya satu dari sekian banyak aliran desain, bukan kiblat yang harus selalu diikuti. Saya menjadikan shabby chic sebagai salah satu inspirasi mendesain. Konsep saya berfokus pada “keindahan” tadi, untuk menciptakan gaya tersendiri dalam berkarya dan mendesain interior. Jadi, saya tidak pernah khawatir jika suatu aliran–misalnya shabby chic–tidak tren lagi karena saya telah menciptakan tren sendiri. T: Kesulitan apa yang dihadapi dalam berkarier? J: Saya menghadapi kesulitan di awal usaha dalam membina para pekerja untuk menyadari profesionalisme. Saya berusaha membina mereka untuk bekerja tepat waktu dan selalu menjaga mutu dan kualitas pekerjaan. Kedisiplinan dan loyalitas pegawai selalu saya jaga hingga saat ini.

T: Bagaimana Anda menghadapi persaingan bidang konsultan interior yang tinggi? J: Menurut saya, mendesain adalah sebuah seni. Seperti seniman, saya tidak pernah khawatir akan seni ciptaan saya karena setiap seniman tidak pernah membuat suatu seni yang sama. Karena menyangkut selera dan imajinasi, setiap seniman akan memiliki penggemarnya sendiri-sendiri. Hingga kini, Gaya Living telah menemukan marketnya tersendiri. Ini terbukti dari berbagai proyek dekorasi interior yang sudah kami kerjakan, dari rumah tinggal, kafe, apartemen, hingga kantor. T: Pencapaian apa yang ingin Anda lakukan di masa depan? J: Membuka cabang Gaya Living di beberapa kota besar dan ekspansi ke luar negeri. T: Adakah tip sukses dalam menjalani bisnis sendiri? J: Lakukan semuanya dengan hati dan penuh ketekunan. Apapun yang dilakukan dengan tekun pasti akan memberikan hasil baik. Dan saya tidak pernah berhenti bersyukur karena saya berbisnis dalam bidang yang saya cintai. Saya jalankan dengan sukacita, apapun rintangannya. Mendesain dan mendekorasi rumah sudah seperti napas saya, karena semua itu adalah hal yang saya sukai sejak kecil.