Haru Dan Tawa Dari Selembar Foto bag2

Spontan atau Direncanakan? Beberapa orangtua yang sadar akan pentingnya sebuah dokumentasi pasti akan membuat sebuah perencanaan dokumentasi yang baik. Namun ada juga orangtua yang memang spontan saja. Bagaimana menurut pendapat Wahyu? “seharusnya memang harus ada niatan dan direncanakan dengan baik, akan tetapi juga jangan sampai menjadi beban.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Misalnya, untuk mengabadikan momen kelahiran buah hati, kita sampai memaksakan menyewa jasa fotografer meski tak punya dananya, ha ha ha ha.. Toh, semua alat dokumentasi sekarang sudah umum dimiliki setiap orang dan juga selalu dibawa setiap saat, ya kan?” katanya. Untuk membuat sebuah dokumentasi yang te rencana, memang bagus jika Mama dan Papa menggunakan storyboard. Serius dan niat banget, kan? Sedikit merepotkan, tapi memang hasilnya bagus.

Tip dari Wahyu bikin storyboard yang simpel saja, akan tetapi unik dan berkesan. “Sebelum memotret, saya telah berpikir akan lokasi mana untuk anak-anak saya itu berada serta momen seperti apa yang akan diabadikan. Sesimpel itu storyboard-nya. Misal, ketika kontrol ke dokter. Kita pasti sudah memikirkan posisi dan lokasi mana yang kira-kira sangat cocok untuk mengambil foto momen penting itu di lokasi tadi. Penguasaan medanlah,” tandasnya. Berdasarkan pengalamannya sebagai seorang fotografer, ketika tiba di lokasi yang baru pertama kali dikunjunginya, Wahyu justru tidak akan memotret anak dulu.

Tetapi Ia akan mencari tempat spot yang bagus dan cocok untuk mengambil gambar dari momen penting tersebut. Berhasil mengambil beberapa gambar si kecil di momen yang bagus merupakan sebuah keberuntungan. Ya, sebab hal ini tak mudah bagi para fotografer amatiran maupun profesional. Meski begitu, bukannya tidak bisa, ya. Justru di sinilah seninya dan asyiknya. Sebuah dokumentasi, baik berupa foto dan video bersifat pribadi sehingga aturannya pun harus kita buat sendiri senyaman mungkin. Tak ada aturan tertulis atau tak tertulis yang membatasi kita untuk membuat sebuah dokumentasi pribadi.

Menurut pengalamannya, efek dari dokumentasi itulah yang membuatnya keberhasilan menjalin kehangatan di keluarganya karena sering kali anak-anak tak menyangka bahwa beginilah kondisi mereka dulu ketika masih kecil. Nah, bukti foto yang sudah terdokumentasikan itulah yang akan dijadikan oleh Wahyu sebagai medianya. “Tidakkah kita ingin menyimpan semua bukti dokumentasi anak-anak kita ini sebagai salah satu hadiah terindah kasih sayang saat mereka berulang tahun ke-17 kelak? Kalau saya sih, niatnya begitu!” tegasnya. Happy Shooting Mam, Pap!