Wilayah Papua Rawan untuk Penerbangan Perintis Bag2

Seorang di antara penumpang, Jumaidi, 12 tahun, dilaporkan selamat dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Oksibil. Wilayah pegunungan yang sama menjadi lokasi jatuhnya pesawat kargo jenis Cessna Caravan FK-FSO, tahun lalu. Menurut Novie, pemerintah sudah cukup gencar mengembangkan infrastruktur kenavigasian untuk menjaga aspek keselamatan penerbangan di Papua.

Dia mencontohkan, tahun ini, Kementerian Perhubungan secara bertahap memasang pemantau penerbangan berbasis automatic dependent surveillance-broadcast (ADSB) di tujuh bandara Papua, yakni Wamena, Sentani, Oksibil, Dekai, Senggeh, Borme, dan Elelim. Untuk wilayah datar, kata Novie, sistem ADS-B bisa menangkap berbagai data penerbangan pesawat yang meliputi koordinat lokasi, ketinggian, kecepatan, dan indikator lain hingga jarak 200 mil.

“Tapi pesawat kecil bermesin tunggal di sana kan juga harus disesuaikan peralatannya, seperti transponder. Belum lagi melatih pilot agar memahami kegunaan ADS-B,” kata Novie. Meski demikian, kata dia, pengembangan satu unit ADS-B memang menelan biaya hingga Rp 5-7 miliar. Pemasangan ADS-B menjadi salah satu program yang diutamakan untuk keselamatan penerbangan nasional. Papua memiliki 109 bandara dari jumlah total 283 bandara di Indonesia.